Merdu Azan


Adalah azan yang kau dengar saat hadir didunia ini

Merdu dari kasih cinta orang tuamu saat di bisikan ditelingamu

Kasih cinta orang tua pada anaknya

Bukan sebuah bisikan tanpa makna

Lanjutkan membaca “Merdu Azan”

Iklan

Nantinya


Nantinya, kita tidak hanya menyatukan dua hati atas Ridho Allah

Tapi kita juga akan menyatukan dua keluarga besar.

 

Nantinya, kita tidak hanya berseakat dalam kesamaan

Tapi kita juga bersepakat dalam perbedaan

 

Nantinya, kita tidak hanya menyelesaikan masalah sendiri

Tapi akan ada uluran tangan untuk mengatasi masalah.

 

Dua hati itu, semoga dalam ketaatan pada Allah SWT

Si Pendiam Kalah dengan Si Pintar Bicara


Ini cerita masa lalu. Saat itu saya masih SMA mendapat tugas kelompok oleh guru untuk presentasi. Ada satu teman cewek yang dia tidak ikut mengumpulkan bahan presentasi, akulah yang cari presentasi.

Pada saat presentasi, teman cewek yang tidak ikut cari bahan tadi yang ambil alih presentasi. Dia yang presentasi, menjawab pertanyaan pertanyaan. Tau lah gambaran begitu ambisusnya dia untuk mendapat nilai….

Lanjutkan membaca “Si Pendiam Kalah dengan Si Pintar Bicara”

Tidak Semua Orang Kaya Itu Pintar


Terkadang orang kaya itu malah (mohon maaf) bodoh. Bisa jadi mereka hanya beruntung. Masih tersimpan di ingatan saya ketika SMA, guru fisika saya menjelaskan. Kalau kaya jangan jadi bodoh, misal punya Mobil yang disimpan di garasi, lantai di garasi itu tidak dibuat permukaan yang kasar, untuk memberikan gesekan antara ban dengan permukaan lantai. Lantai yang licin tidak ada gesekan mungkin akan terjadi slip saat mobil berjalan diatasnya.

Bukan itu yang mau saya bahas. Hanya saja, ketika berangkat kerja di jalan, saya melihat rumah bagus dipinggir jalan yang dia tidak membuat saluran air di depannya, bahkan cenderung menutup dengan semen depan rumahnya. Alhasil jika hujan lebat air tidak mengalir sehingga jalan banjir dan jadi mudah rusak. Sebuah ke egoisan orang kaya kalau saya boleh bilang. Itulah ke egoisan, orang kaya juga punya. Membuat nyaman dirinya sendiri dengan mengabaikan kenyamanan orang lain. Tidak pula semua orang kaya itu pandai, beberapa dari mereka malah terlihat bodoh dengan kekayaan mereka.

Jodoh dan Anak itu adalah Rejeki


Jangan pernah langsung bertanya kepada sahabat atau teman yang sudah nikah beberapa lama namun belum dikaruniakan anak. Nanti dia bersedih, kita tidak tau berapa lama dia bersabar dan mungkin sedikit bersedih, tiba – tiba ada sahabatnya yang tanya “sudah punya anak berapa?” pikir-pikir dulu kalau mau bertanya seperti itu.

 

Sama seperti sahabat, yang sudah mapan, matang namun belum menikah. Tiba – tiba kamu yang memang sahabat akrab kemudia ada celetukan “kok belum nikah? bujang lapuk lho” itu sebuah perkataan sia-sia.

Jodoh dan Anak itu sebuah rejeki, akan datang seiring doa dan usaha kita. Jika belum datang maka tugas kita terus berusaha mendapatkan dan terus bersabar. Bagi yang sudah dapat rejeki, tak perlu menghina…do’kan, beri jalan dan segala bentuk usaha. Itu lebih baik dari pertanyaan diatas tadi.