Grup Whatsaap yang mulai “bising”


Aplikasi whatsaap memang masih menjadi trend saat ini. Dengan ada nya fasilitas membuat grup, memungkinkan kita berkomunikasi dengan beberapa orang sekaligus. Namun, kendala yang dihadapi ternyata, ada banyak grup yang ada mengundang kita untuk bergabung didalamnya. Bayangkan jika kita mempunyai 10 grup di aplikasi whatsapp tersebut. Bayangkan juga jika grup tersebut terus melakukan percakapan, sehingga sering memunculkan notifikasi pada smartphone kita dan terkesan “menggangu” atau “membuat tidak fokus” karena adanya notifikasi tersebut.

Fenomena Grup Sebelah

Tak jarang, di grup muncul pesan “share dari grup sebelah…bla..bla”, “copas dari grup sebelah” yang berisi tulisan panjang, kadang berisi cerita, motivasi, dll yang pada kalimat awal berbunyi “copas” atau copy-paste sebuah tulisan. Terkadang juga sumber tulisan tersebut tidak jelas dari mana. Sedangkan saya, tidak suka membaca panjang. Biasanya kalau saya, ada seperti itu langsung klik tulisan panjang tersebut kemudian delete. Atau kalau tidak, saya akan langsung klik “clear conversation”.

Masalah yang lain, jika sebuah tulisan di copas ke grup dan kebetulan kita tergabung ke grup yang sama. Jika tulisan di copas ke 10 grup misal, makan kita akan melihat 1o tulisan yang sama. Atau terkadang tulisan copas yang berulang. Ini terjadi ketika ada ucapan pernikahan, kematian, musibah. Terkadang jika ada ucapan pernikahan, semua anggota grup akan mengucakan selamat. Jika ada 100 anggota yang mengucapkan selamat, maka anda akan menerima 100 pesan yang sama (atau mirip) ke grup yang kita ikuti. Parahnya lagi, jika kita tegabung digrup lain, namun kita masih berada diantara orang yang sama dan ucapan tersebut juga ada di grup tersebut.

simulasi: 10 grup dengan anggota yang mengucapkan selamat ada 100 tiap grupnya, dan isi pesan selamat-nya sama semua, maka kita akan mendapat ucapkan 1000 ucapan. Jika kita berada pihak yang mendapat ucapan sih tidak masalah, tapi jika kita yang membaca? itu sangat menggangu!

Ada baiknya, jika ada yang mendapat kebahagiaan atau kesedihan dan kita berempati padanya, maka jangan diucapkan di grup, ucapkan saja lewat pesan pribadi. Hal tersebut menghindari pesan yang berulang

OOT

Masalah yang lain ketika berada di grup whastapp, terkadang nama grup tidak sesuai tema, padahal grup dibuat biasanya berdasarkan minat atau tujuan grup tersebut. Misal, grup whatsapp kuliner, maka dia akan membahas kuliner saja. Namun pada kenyataannya, topik pembahasan kadang tidak sesuai dengan judul grup (kecuali grup diciptakan untuk bebas). Nah, inilah fenomena OOT (Out of Topic) alias tidak sesuai tema. Hal ini yang menggangu untuk beberapa orang termasuk saya. Kalau cuma sedikit tidak masalah, tapi jika OOT terlalu banyak, menjadikan kita bosan.

 

Fenomena Left Grup

Jika ada yang meninggalkan grup whatsapp (left group) terkadang menjadikan sebuah hal yang besar pada grup tersebut, jika kita meninggalkan grup, seakan kita ada masalah pada grup tersebut. Padahal, left grup menurut saya hal yang wajar saja. Alasan – alasan negatif yang disangkakan kepada orang yang left group terlalu berlebihan.

 

 

 

3 pemikiran pada “Grup Whatsaap yang mulai “bising”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s