Liburan Di Pulau Panjang Jepara (Bagian III – Habis)


Setelah mencari tempat untuk mendirikan tenda, kami mendapat tempat dipinggir pantai. Ternyata ada tenda yang sudah mendirikan tenda di pantai, sekitar lima tenda. Selesai mendirikan tenda sekitar pukul 5 sore. Setelah itu kami mulai mempersiapkan makan malam, merebus air panas.

Pukul 19.10 malam, kami sholat di masjid tengah pulau panjang, yang letaknya dekat dengan pinggir pantai. Sebagai informasi hanya ada satu rumah yang menempati pulau tersebut, yaitu penjaga makam seorang syaikh (semacam ulama.red). Adapun pedagang hanya berdangan dari pagi sampai sore hari, kemudian kembali ke pantai kartini. Kami jamak sholat di masjid tersebut, dan air wudhunya terasa agak asin:mrgreen:

Setelah sholat, kami pun istirahat di tenda. Tidak disangka pada malam hari turun hujan, yang berangsur – angsur membesar disertai angin kencang, dan petir sekitar pukul 1 malam! dan hujan lebat disertai petir ini berlangsung sampai pukul 3 ! lumayan lama.

Hujan sempat reda pada pukul 3, namun kembali deras pukul 5 dan disertai angin kencang! ini adalah pengalaman yang paling mengesankan. Kami terpaksa sholat pada pukul 5, itu pun masih hujan lebat. Akhirnya hujan mulai reda pukul 6.

Mungkin ada benarnya juga jika ada pepatah, “setelah badai, pastai ada pelangi yang elok” benar saja, hujan mulai reda, suara ombak mulai tenang, dan bising kapal nelayan yang mencari ikan terdegar dari tenda kami.

Karena cuaca yang bagus, kami putuskan untuk jalan jalan disekitar pantai, berenang dan melakukan kegiatan lainnya. Selesai bersenang senang dan jalan jalan, saatnya untuk makan dan membersihkan diri. Oya, tenang saja, di tengah pulau terdapat toilet umum, pengunjung dapat menggunakannya dengan biaya murah.

Pukul 9, kami mulai berkemas dan merapikan tenda untuk kembali ke pantai kartini. Untuk kembali ke pantai kartini, kami harus menunggu kapal yang datang ke pulau panjang. Kami bebas pulang dari pulau panjang ke pantai kartini menggunakan kapal apapun. Karena biaya sudah termasuk jasa penyebarangan di awal.

Sebelum pulang, kami diajak rombongan tenda yang ada didekat tenda kami untuk menanam pohon di pulau panjang. Tak disangka, tenda tetangga kami adalah pecinta alam, yang sengaja datang untuk menanam bibit pohon di pulau panjang.

Tanpa berpikir panjang, kami pun ikut berpartisipasi dalam penanaman pohon di pulau panjang tersebut.

Selesai ikut serta dalam penanaman bibit pohon, kami segera menuju ke dermaga menunggu kedatangan kapal. Tak lupa mengabadikan momen kepulangan dengan foto bersama di bawah gapura pulau panjang.

Ini pengalaman pribadi saya, sebagai tujuan wisata, pulau panjang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Jangan lupa ketika berkunjung untuk selalu menjaga kebersihan, tertib dan menjaga lingkungan.
image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s