Cerita Mimpi


Aku ingin menceritakan mimpiku, yang juga cita-citaku, bukan untuk diriku, tapi juga untuk orang lain. Bukankah seorang muslim itu tidak hanya memikiran dirinya sendiri? Cita-cita seorang muslim itu menjadikan dirinya baik dan menjadikan orang lain baik. Jadi, baik untuk diri sendiri saja tidak cukuk, “baik dan membaikan” atau seorang ustadz pernah berkata kepada kami, seorang muslim jadilah sepert air, “suci dan mensucikan”

Aku masih berusaha, aku tahu aku belum baik, begitu pula cita-citaku. Namun aku terus berusaha. Agar cita-citaku tidak hanya untuk diriku sendiri.

Bersambung……………………………

Iklan

Menyukai membaca


Alhamdulillah, aku adalah anak yang menyukai buku. Sejak aku mulai bisa membaca. Tapi tidak semua jenis buku aku sukai. Aku masih ingat, ketika masih usia sd, dibelikan kamus bahasa inggris dengan gambar. Aku sangat menyukainya. Ya benar, aku adalah tipe anak dengan modalitas belajar visual. Kamus bahasa inggris tersebut ada gambarnya, misal di kamus ada gambar buku, dengan bahasa inggris book dan dibawahnya ada terjemahannya.
Di Sekolahku SD, aku sering berkunjung ke perpustakaan. Sebagai informasi, masih sedikit anak yang pergi ke perpustakaan, mereka lebih memilih jajan ketika jam istirahat. Buku yang sering kubaca adalah buku bergambar atau fabel, kerajinan tangan, dll.
Bersambung

Liburan Di Pulau Panjang Jepara (Bagian III – Habis)


Setelah mencari tempat untuk mendirikan tenda, kami mendapat tempat dipinggir pantai. Ternyata ada tenda yang sudah mendirikan tenda di pantai, sekitar lima tenda. Selesai mendirikan tenda sekitar pukul 5 sore. Setelah itu kami mulai mempersiapkan makan malam, merebus air panas.

Pukul 19.10 malam, kami sholat di masjid tengah pulau panjang, yang letaknya dekat dengan pinggir pantai. Sebagai informasi hanya ada satu rumah yang menempati pulau tersebut, yaitu penjaga makam seorang syaikh (semacam ulama.red). Adapun pedagang hanya berdangan dari pagi sampai sore hari, kemudian kembali ke pantai kartini. Kami jamak sholat di masjid tersebut, dan air wudhunya terasa agak asin :mrgreen:

Setelah sholat, kami pun istirahat di tenda. Tidak disangka pada malam hari turun hujan, yang berangsur – angsur membesar disertai angin kencang, dan petir sekitar pukul 1 malam! dan hujan lebat disertai petir ini berlangsung sampai pukul 3 ! lumayan lama.

Hujan sempat reda pada pukul 3, namun kembali deras pukul 5 dan disertai angin kencang! ini adalah pengalaman yang paling mengesankan. Kami terpaksa sholat pada pukul 5, itu pun masih hujan lebat. Akhirnya hujan mulai reda pukul 6.

Mungkin ada benarnya juga jika ada pepatah, “setelah badai, pastai ada pelangi yang elok” benar saja, hujan mulai reda, suara ombak mulai tenang, dan bising kapal nelayan yang mencari ikan terdegar dari tenda kami.

Karena cuaca yang bagus, kami putuskan untuk jalan jalan disekitar pantai, berenang dan melakukan kegiatan lainnya. Selesai bersenang senang dan jalan jalan, saatnya untuk makan dan membersihkan diri. Oya, tenang saja, di tengah pulau terdapat toilet umum, pengunjung dapat menggunakannya dengan biaya murah.

Pukul 9, kami mulai berkemas dan merapikan tenda untuk kembali ke pantai kartini. Untuk kembali ke pantai kartini, kami harus menunggu kapal yang datang ke pulau panjang. Kami bebas pulang dari pulau panjang ke pantai kartini menggunakan kapal apapun. Karena biaya sudah termasuk jasa penyebarangan di awal.

Sebelum pulang, kami diajak rombongan tenda yang ada didekat tenda kami untuk menanam pohon di pulau panjang. Tak disangka, tenda tetangga kami adalah pecinta alam, yang sengaja datang untuk menanam bibit pohon di pulau panjang.

Tanpa berpikir panjang, kami pun ikut berpartisipasi dalam penanaman pohon di pulau panjang tersebut.

Selesai ikut serta dalam penanaman bibit pohon, kami segera menuju ke dermaga menunggu kedatangan kapal. Tak lupa mengabadikan momen kepulangan dengan foto bersama di bawah gapura pulau panjang.

Ini pengalaman pribadi saya, sebagai tujuan wisata, pulau panjang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Jangan lupa ketika berkunjung untuk selalu menjaga kebersihan, tertib dan menjaga lingkungan.
image

Liburan Di Pulau Panjang Jepara (Bagian II)


Memulai perjalanan dari solo ke jepara pada pukul 13.00 WIB, perjalanan dari solo ke jepara menempuh waktu sekitar 3 jam menggunakan sepeda motor. Melewati jalan solo – sragen – grobogan – jepara, dengan kecepatan 70 – 80 km/jam, terkadang jika jalanan sepi dan lancar, kami tempuh dengan kecepatan 100 km/jam.

Kami menyeberang dari pantai kartini menuju ke pulau panjang menggunakan kapal. Sampai disana kami mendirikan 2 tenda, terletak di pantai. Sekedar informasi, dipulau panjang sudah ada masjid, disana juga ada lapak pedagang. Namun pada saat kita tiba disana sore hari, lapak pedagang dalam kondisi kosong, belakangan setelah kami pulang, pedagang membuka lapaknya di pagi hari (sekitar jam 09.00).

DSC02319

Bersambung……………