Sekolah 12 Tahun, Buang Sampah (Masih) Sembarangan?


Beberapa kebiasan jelek menurut saya oleh orang Indonesia, adalah budaya membuang sampah tidak pada tempatnya. Ditambah lagi, pengelolaan sampah yang belum maksimal. Jadilah kedua hal tersebut menjadi budaya buang sampah sembarangan.

Ada selintas ide di pikiran saya, bahwasanya untuk memutus rantai budaya membuang sampah dimulai dari usia sekolah, dalam hal ini yang saya bahas adalah usia sekolah (Sekolah Dasar). Bisa juga sejak di usia Taman Kanak-Kanak sudah diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya.

Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar pendidikan formal, namun juga belajar tentang etika etika dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu contohnya adalah budaya membuang sampah pada tempatnya. Guru seharunya terus mengingatkan kepada murid setiap memasuki kelas yang ia ajar, kemudian mengingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menyuruh mereka untuk membersihkan sampah yang ada disekitar bangku mereka.

Beri tauladan ke siswa, jika guru melihat ada sampah, sekiranya dia pungut dan letakan ditempat sampah. Guru juga menjadi contoh untuk tidak membuang sampah sembarangan. Jika sekiranya dia tidak mendapati tempat sampah, dia bisa menahannya sampai mendapati tempat sampah.

2 pemikiran pada “Sekolah 12 Tahun, Buang Sampah (Masih) Sembarangan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s