Lens Baby


Di luar lensa-lensa standar yang biasa dipakai pada kamera-kamera DSLR (digital single lens reflex), saat ini sebuah lensa alternatif yang memakai nama dagang ”Lens Baby”, mulai menyeruak. Sekilas Lens Baby ini seperti main-main. Namun secara perlahan, lensa alternatif ini makin mendapatkan penggemar, apalagi saat kamera DSLR bisa untuk merekam video.

Lens Baby pada awalnya memang dibuat untuk meembuat efek pada foto-foto wedding dan prewedding. Ditawarkan pertama kali pada festival dan pameran foto perkawinan di Las Vegas, AS, tahun 2004, Lens Baby terjual tuntas pada debutnya itu.

Dibuat oleh dua sahabat, yaitu Craig Strong dan Sam Pardue, Lens Baby memang mempunyai keunikan dalam merekam imaji. Kalau lensa biasa sangat menjaga kesejajaran lensa-lensa yang ada di dalam sebuah badan lensa, Lens Baby justru mengobrak-abrik kesejajaran itu. Badan Lens Baby bisa dibengkok-bengkokkan, bahkan beberapa jenis Lens Baby bisa dipanjangpendekkan dengan mudah.

Efek dari ketidaksejajaran Lens Baby adalah efek kekaburan gambar yang di satu sisi merupakan ”cacat”, tetapi di sisi lain justru merupakan nilai plus karena ”kekaburan” kadang memang dicari untuk mengeliminasi bagian-bagian foto yang dianggap tidak penting.

Mengatur ”sweet spot”

Sebuah Lens Baby mempunyai satu bagian yang merekam imaji dengan tajam, yaitu bagian yang disebut ”sweet spot”. Di luar ”sweet spot”, imaji yang direkam Lens Baby tidaklah tajam, tetapi ketidaktajaman itu secara penampilan sangat unik dan berbeda dengan blur yang dihasilkan lensa normal.

Lens Baby dikemas dalam bentuk lensa-lensa induk, lensa-lensa anak, serta aksesori-aksesori pendukung. Sebuah lensa induk mengandung sebuah lensa anak yang bisa diganti-ganti, sedangkan aksesori adalah perlengkapan tambahan untuk memberi sentuhan lain bagi sebuah pasangan lensa induk-lensa anak.

Lensa-lensa induk yang saat ini populer di pasaran adalah Muse yang bisa dipanjangpendekkan dengan lentur, Composer yang bisa dibelok-belokkan (kini ada pula Composer Pro), Scout yang merupakan lensa mata ikan, serta Setting Freak.

Adapun lensa anaknya antara lain Pin Hole yang memberi efek seperti kamera lubang jarum, Plastic Lens yang memberi efek seperti memakai kamera Lomo, dan Softfocus yang memberi suasana lembut pada foto secara keseluruhan.

Memakai Lens Baby sangatlah sederhana. Anda tinggal memasangkan sebuah lensa induk ke badan kamera Anda selayaknya memasang lensa biasa. Ada beberapa mounting lensa yang tersedia di pasaran saat ini, yaitu Canon, Nikon, Four Third (Olympus atau Lumix), serta Pentax.

Pemakaian selanjutnya adalah memilih sweet spot secara visual dengan cara membengkok-bengkokkan Lensa Baby pada tipe Composer atau bahkan memanjangpendekkan lensa pada tipe Muse.

Memakai Lens Baby berarti memakai pengaturan fokus secara manual. Sang fotografer harus memilih ketajaman gambar secara visual. Untuk itu, kalau dia berkacamata, haruslah ada penyesuaian diopter (plus atau minus) pada jendela bidiknya terlebih dahulu. Kamera-kamera modern umumnya mempunyai fasilitas untuk penyesuaian diopter ini.

Selain itu, pengukuran pencahayaan secara umum bisa dilakukan dengan Aperture Priority, Speed Priority, atau bahkan otomatis penuh.

Kini, tujuh tahun setelah diperkenalkan kepada umum, Lens Baby justru banyak dipakai untuk video dengan peralatan kamera DSLR. Banyak klip video artis terkemuka memakai Lens Baby ini.

Lens Baby memang sederhana, tetapi dari kesederhanaannya banyak kreativitas bisa tergali. Arbain Rambey

sumber: kompas fotografi

4 pemikiran pada “Lens Baby

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s